Minggu, 15 Mei 2016

[MOVIE REVIEW] Apocalypse Now (1979): Best War Movie I've Ever Seen
22.58.00

[MOVIE REVIEW] Apocalypse Now (1979): Best War Movie I've Ever Seen


Sedari dahulu kala tidak pernah enjoy menonton film perang dan juga bukan penggemar film perang. Tapi, dengan penuh keimpulsifan, akhirnya saya memutuskan untuk menonton Apocalypse Now demi Francis Ford Coppola. Sebenarnya demi menjawab penasaran saya sedahsyat apakah film ini sampai mendapatkan 5 bintang di rottentomatoes? Dan ternyata saya pun tidak menyesal menonton film yang dianggap sebagai salah satu film terbaik sepanjang masa. Siapa sangka keagungan Francis Ford Coppola dengan The Godfather nya bisa juga tertuang dalam Apocalypse Now.

Ber-setting pada masa perang Vietnam, Apocalypse Now menceritakan tentang seorang veteran di kesatuan U.S Army, Captain Willard (Michael Sheen) yang tidak sedang dalam tugas justru merasa bahwa rumah bukanlah tempatnya. Willard merasa medan peranglah yang menjadi rumahnya. Dan ketika secara tiba-tiba mendapat tugas untuk kembali ke medan perang, dirinya tidak menolak. Misi kali ini adalah untuk menemukan seorang Kolonel Kurtz (Marlon Brando) dan membunuhnya. Kolonel Kurtz merupakan seorang prajurit yang dianggap sangat visioner dan karirnya sangat sempurna. Bahkan Willard sempat heran kenapa seorang prajurit yang sangat sempurna ini diperintahkan untuk dibunuh. Namun sepertinya peperangan yang tak kunjung usai telah merubahnya menjadi gila dan Kurtz bahkan membentuk pasukannya sendiri di suatu perkampungan di Kamboja dan berbalik memerangi tanah airnya sendiri.  


Di perjalanan menuju lokasi yang dianggap markas Kolonel Kurtz, Willard dan tim nya harus melewati dan menyaksikan berbagai kondisi peperangan. Bagai neraka, dirinya dan tim harus menyaksikan ledakan, tembak-menembak, pembantaian , dan hal mengerikan lainnya. Hingga Willard rasanya sudah hampir gila melihat peperangan yang kian memburuk. Kurtz memang sangat sulit ditemukan karena dirinya dilindungi oleh penduduk desa yang menganggapnya sebagai messiah hingga tidak ada yang bisa macam-macam terhadapnya.

Hingga akhirnya Willard dan tim nya tiba di tempat yang dianggap markas persembunyian Kolonel Kurtz. Disambut dengan mayat-mayat yang tergantung dan tertombak si sisi sungai membuat markas kolonel Kurtz terlihat sangat menyeramkan seperti sebuah tempat keramat. Sungguh gila. Walaupun Kurtz hanya muncul di akhir film, jika dihitung mungkin tidak lebih dari setengah jam Marlon Brando muncul di film ini dengan penampilan yang sudah pasti bagus, walaupun tidak istimewa. Kita diperlihatkan bagaimana Kurtz sangat dekat dengan penduduk desa namun tetap terlihat kejam dan mengerikan. Meskipun Kurtz hanya muncul di akhir, namun penggambaran tentang Kolonel Kurtz yang dinarasikan sepanjang film membuat kita penasaran sekejam apa sih Kurtz hingga Kolonel Lucas (Harrison Ford) yang memberi misi kepada Willard ingin Kurtz dibunuh saja karena dianggap sangat berbahaya.


Film ini berisi adegan-adegan yang sungguh gila dan sadis. Jika tidak tahan dengan hal-hal yang mengandung gore, tidak disarankan untuk menonton film ini, karena adegan seperti mayat tergantung, tertombak, dan pembantaian tersebar selama tiga jam film ini berlangsung.

Selain kegilaan dan kesadisan yang dimunculkan di film ini, film ini sarat akan ambiguitas dan moralitas. Setiap tokoh tidak sepenuhnya hitam dan tidak sepenuhnya putih. Kurtz yang dianggap gila dari awal ternyata jika kita telisik dari awal kemunculannya ternyata bukan murni jahat. Willard bahkan sempat terkagum-kagum dengan ucapan Kurtz hingga pantas saja dianggap messiah oleh penduduk setempat. Di akhir film kita pun disadarkan bahwa yang terjadi bukan hanya perang fisik, namun juga perang psikis dan dan perang moralitas.



Apocalypse Now merangkum peperangan dengan sangat dalam dan kelam. Kekejaman dan kengerian medan perang tersaji sangat apik selama tiga jam film berlangsung. Coppola seperti ingin menghadirkan bagaimana kegilaan medan perang yang seperti neraka itu bisa merubah manusia yang baik menjadi jauh berbeda karena keadaan yang sangat keras. Film ini sangat disarankan bagi kalian yang memang sangat menggemari film perang. Pearl Harbor mah lewat jauh banget! :D

0 komentar:

Posting Komentar