Jumat, 27 Mei 2016

[MOVIE REVIEW] My Stupid Boss (2016): Potential, But...
11.33.00

[MOVIE REVIEW] My Stupid Boss (2016): Potential, But...


Memutuskan nonton film My Stupid Boss karena masih banyak seat yang available dengan posisi yang enak. Yap, dari awal sebenarnya tidak berniat untuk menonton film My Stupid Boss karena saya tidak pernah tahu menahu buku yang menjadi adaptasi film ini dan poster film yang sangat ‘gak banget’ bagi saya. Namun, siapa sangka ternyata di luar ekspektasi saya, film ini cukup menarik dan menghibur.

Menetap di suatu negara lebih lama dari pada biasanya, kali ini Malaysia, seorang wanita asal Indonesia, Diana (Bunga Citra Lestari) memutuskan untuk mengisi waktu luangnya dengan bekerja. Namun, tidak seperti sang suami, Dika (Alex Abbad) yang bisa bekerja dari rumahnya, Diana memilih untuk kerja kantoran. Diana pun melakukan interview di sebuah perusahaan yang mana boss dari perusahaan tersebut merupakan orang Indonesia yang juga sahabat lama dari sang suami, dan merupakan boss yang menjengkelkan.

Diana pun harus dihadapkan dengan segala persolanan yang bukan berasal dari pekerjaanya, namun dari sang boss yang absurd. Selain menjadi boss yang kikir dan ngeselin, Bossman (Reza Rahadian) sapaan akrab si boss memiliki prinsip Bossman always right. Juga motto unik impossible we do, miracle we try yang memperlihatkan bahwa si boss tidak mau rugi. Selain itu banyak lagi kelakuan Bossman yang tidak hanya membuat para karyawannya kesel tapi juga para penonton diajak menyaksikan bagaimana anehnya kelakuan si boss.


Sebagai film komedi, My Stupid Boss meamang menghibur dan bisa membuat anda terpingkal-pingkal, terutama karena dialog antar pemain yang menurut saya sangat menarik. Reza Rahadian, ah, sulit sih memang awalnya membayangkan Reza Rahadian akan berakting konyol, namun ternyata, luar biasa memang akting Reza Rahadian sangat memukau sebagai boss yang menjengkelkan. Benar-benar masuk dalam karakter si bossman yang aneh bin ajaib. Bunga Citra Lestari sebagai tokoh sentral pun berakting cukup baik walaupun kadang seperti terlalu memaksakan akting karyawan-benci-boss nya yang terlalu over. Alex Abbad bermain cukup impressive. Entah kenapa saya sih selalu suka jika Alex Abbad berakting. He’s really good actor. Saya sih malah sangat terkejut dengan akting para karyawan yang lebih pop-up dibanding aktor-aktor utama. Bront Palarae sebagai Adrian, Atikah Suhaime sebagai Norahsikin, Iskandar Zulkarnain berperan sebagai Azhari, dan Chew Kinwah sebagai Mr. Kho. Tanpa mereka, film ini sepertinya tidak akan semenarik ini. Empat aktor ini membuat cerita lebih lucu lengkap dengan karakter yang dibangun sangat kuat dari awal film dimulai. Awesome!


Saya acungi jempol untuk departemen teknis. Film ini berani keluar dari warna-warna film Indonesia. Dari awal film mulai, My Stupid Boss seperti mengingatkan saya dengan film Spike Jonze, Her. Warna merah menjadi warna yang dominan dan terlihat sangat kontras dengan warna lainnya. Namun memang terlihat tone warna yang digunakan sangat menarik dan juga eye-catchy, juga sinematografi yang asik dengan simetrikal dan close-up shots ala-ala Wes Anderson.

Meski film ini cukup menghibur sebagai film komedi, namun sepertinya Upi Avianto sebagai sutradara juga penulis naskah tidak begitu berhasil dalam membangun jalan cerita yang kokoh dan solid. Ceritanya agak mengecewakan dan terkesan jalan di tempat, namun harus buru-buru diakhiri. Sepanjang film kita diajak tertawa namun tiba-tiba film selesai. Ending film yang terasa seperti tidak menyatu dengan film dan terlalu dipaksakan pun terasa sangat mengecewakan bagi saya. Terasa klise dan ‘apa banget’. Sayang memang bagi film yang di awal terasa memiliki potensi besar. Namun walaupun ada beberapa catatan untuk film ini, jika ditonton, film ini oke kok.


0 komentar:

Poskan Komentar