Selasa, 07 Juni 2016

[MOVIE REVIEW] Teenage Mutant Ninja Turtles: Out Of The Shadows (2016): Not As Good As It Should Be
14.14.00

[MOVIE REVIEW] Teenage Mutant Ninja Turtles: Out Of The Shadows (2016): Not As Good As It Should Be



Awal Bulan Juni 2016 para penggemar film disapa oleh hadirnya empat kura-kura mutan dalam Teenage Mutant Ninja Turtles: Out Of Shadows. Film ini merupakan sekuel dari film pertamanya Teenage Mutant Ninja Turtles yang rilis dua tahun lalu. Meskipun masih diproduseri oleh Michael Bay, Film TMNT 2 kali ini digarap oleh sutradara berkebangsaan Amerika yang lebih sering menyutradarai music video, Dave Green.

Masih mengisahkan keempat kura-kura mutan Leonardo, Donatello, Michelangelo, dan Raphael yang memburu musuh bebuyutan mereka, Shredder (Brian Tee) yang baru saja kabur ketika akan dipindahkan ke penjara lain. Tentu saja usaha mereka tidak semudah yang diharapkan karena kali ini Shredder dibantu oleh seorang ilmuan Dr Baxter Stockman (Tyler Perry) dan dua anak buah yang juga mutan, Bebop (Gary Anthony Williams) dan Rocksteady (Stephen Farrelly). Kali ini keempat kura-kura, selain dibantu oleh April, juga dibantu oleh seorang mantan anggota NYPD, Casey Jones (Stephen Amell).

Setelah kegagalan film pertamanya yang lebih banyak mengisahkan si pemilik kura-kura, April O’Neil (Megan Fox), kali ini porsi empat kaka beradik kura-kura ini lebih banyak termasuk penguatan karakter pada masing-masing tokoh (Leonardo yang lebih wise karena merupakan leader, Donatello si pintar dan IT geek, Raphael si kuat terlihat dari fisiknya yang lebih berotot, dan Michelangelo si lucu) yang membuat film ini ya film kura-kura ninja seperti kartunnya yang dulu biasa kita tonton.


Film kedua ini banyak memusatkan pada karakter empat kura-kura ninja yang mana di film ini ditampilkan lebih bagus secara fisik. Kualitas CGI yang digunakan semakin luar biasa bagus, untuk keempat tokoh kura-kura ninja yang memang full CGI juga untuk dua mutan lainnya Bebop dan Rocksteady. Plus 3D yang kualitasnya memang cukup baik namun sepertinya film ini tidak begitu membutuhkannya karena kebanyakan adegan diambil pada malam hari membuat efek 3D tidak bisa dinikmati dengan maksimal, malah membuat kurang nyaman.

Kelemahan di film ini terlihat pada cerita yang terasa tidak sefresh film pertama. Kehadiran Amell sebagai Casey Jones juga terlihat hanya seperti cameo yang tidak terlalu dibutuhkan. Plot yang mudah ditebak dan juga tidak terlalu banyak adegan mengejutkan seperti di film pertama. Jokes yang juga kebanyakan garing adalah yang paling terasa karena di film pertama saya rasanya bisa tertawa lepas tapi di film ini not so much dan ada perasaan awkward begitu keluar dari bioskop.


But ya, overall, film ini cukup menghibur dan cocok dinikmati bersama adik atau ponakan kalian.

0 komentar:

Poskan Komentar