Minggu, 22 Mei 2016

[Movie Review] Moonrise Kingdom (2012): A Quirky Love Story
22.30.00

[Movie Review] Moonrise Kingdom (2012): A Quirky Love Story


Wes Anderson merupakan salah satu sutradara modern yang memiliki ciri khas di setiap film garapannya. Quirky style nya sanggup membuat film-film nya membekas di hati para penontonnya. Sebut saja Rushmore (1998), The Royal Tanenbaums (2001), dan yang paling baru adalah The Grand Budapest Hotel (2014). Kesemua film nya mempunyai hal yang unik dan berbeda dari film-film lainnya, dari segi cerita dan penggarapannya. Selalu menampilkan pola-pola unik. Begitu pula dengan Moonrise Kingdom. Ditayangkan sebagai pembuka di Cannes Film Festival 2012, film ini mendapatkan apresiasi hangat dari para audiens. Tanggapan terhadap Moonrise Kingdom pun bisa dibilang sangat positif sehingga membuat saya juga penasaran untuk menonton film ini.

Suatu pagi dihebohkan dengan hilangnya seorang anggota pramuka dari perkemahan ”Khaki Scout” bernama Sam (Jared Gilman), seorang anak laki-laki berumur 12 tahun dan tidak popular. Kehebohan bertambah ketika Suzy (Kara Hayward) putri dari Walt (Bill Murray) dan Laura Bishop (Frances McDormand) juga dinyatakan hilang. Sang pembina pramuka Scout Master Ward (Edward Norton) pun mulai mencari Sam dengan bantuan dari Captain Sharp (Bruce Willis) yang juga mencari kemana hilangnya Suzy. Siapa sangka jika Sam dan Suzy sudah merencanakan ‘pelarian’ mereka dari jauh-jauh hari setelah pertemuan pertama mereka dimana mereka merasakan saling jatuh cinta. Maka dari sini dimulailah petualangan aneh yang penuh cinta ini.


Unik dan menarik. Yap, sedari awal anda akan dibawa kepada hal-hal unik ala Anderson. Menyenangkan dari awal, terlihat dari warna-warna yang tajam dan playful. Impresi yang saya dapatkan dari awal sungguh luar biasa. Bikin saya tidak bisa beranjak dari layar untuk terus mengikuti negeri dongengnya Anderson. Bukan hanya itu, ternyata cerita yang dibangun pun sangat kuat. Dengan tempo yang tidak lambat namun penonton tidak merasa diseret dengan tempo yang cepat, bahkan berhasil membawa kita masuk ke petualangan absurd Sam dan Suzy, juga Scout Master Ward, Captain Sharp dan Mr & Mrs Bishop. Setiap scene juga dieksekusi Anderson dengan sangat baik dan apik.

Secara premis mungkin film ini sangat klise tentang cinta dua anak yang baru akan beranjak remaja. Namun jika digarap oleh Anderson, sepertinya film ini bukan lagi film yang biasa. Ditulis oleh Anderson dan juga Roman Coppola, cerita Sam dan Suzy ini juga dibumbui dengan sedikit konflik-konflik kecil tepatnya yang terjadi di keluarga Suzy, juga masalah cinta. Tak lupa diselipkannya komedi-komedi awkward yang membuat film ini semakin quirky.


Sebagai karakter utama, performa Jared Gilman dan Kara Hayward berhasil dalam membawa petualangan Moonrise Kingdom dari awal hingga akhir dengan sangat manis. Chemistry diantara dua anak ini terbangun dengan baik dan dapat meyakinkan kita bahwa mereka sepertinya benar-benar saling jatuh cinta. Selain Jared dan Kara, karakter pendukung lain pun benar-benar tampil dengan apik. Bill Murray yang langganan main di film-film Anderson pun selalu masuk dalam karakter yang dimainkan.

Jalan cerita yang unik juga harus dibarengi dengan sinematografi apik. Robert Yeoman lah yang ada dibalik sinematografi apik dari semua film-film Wes Anderson. Selalu konsisten dengan pola simetris dan selalu menempatkan objek tepat di tengah. Selain itu dalam pencahayaan, Anderson dan Yeoman sepertinya lebih prefer untuk mengambil gambar di luar ruangan untuk mendapatkan cahaya alami. Penggunaan warna pada film-film nya pun selalu unik. Anderson dan Yeoman banyak menggunakan warna-warna pastel dan warna alami. Penggunaan yellow tint dalam Moonrise Kingdom pun terlihat seperti menggambarkan musim gugur yang hangat. Selain itu, score yang pas dihadirkan oleh Alexander Despalt dan Edward Benjamin Britten dan membuat Moonrise Kingdom menunjukan keindahannya dari awal.



Secara keseluruhan, Moonrise Kingdom merupakan film yang sangat memuaskan. Dengan tema utama cinta yang mungkin bagi sebagian orang menyebutnya cinta monyet, kisah yang sering dianggap remeh, justru memberikan pelajaran yang ‘menohok’ melalui penyampaian yang luar biasa dari Wes Anderson beserta jajaran pemainnya.


0 komentar:

Poskan Komentar